WEBSITE RESMI KSP KOPDIT SUKA DAMAI
SHARE :

Jenis dan Cara Perhitungan Bunga Kredit

5
02/2021
Kategori : Berita
Komentar : 0 komentar
Author : AdminKSD21


Jenis dan Cara Perhitungan Bunga Kredit

Saat Anda hendak melakukan kredit, hal yang biasa diperhatikan adalah plafon yang tersedia beserta angsuran yang mesti Anda bayarkan hingga akhirnya melunasi pinjaman tersebut. Anda memang menyadari pelunasan kredit yang Anda bayarkan tersebut sebenarnya berasal dari akumulasi jumlah pinjaman Anda ditambah bunga yang dikenakan untuk pinjaman tersebut. Namun untuk masalah bunga ini, tidak banyak orang yang peduli.

Sebagian besar orang menganggap bunga akan terlihat dari total pembayaran dikurangi dengan jumlah pinjaman Anda sebenarnya. Cukup  sampai di sana dan Anda tidak mengacuhkan bahwa jenis dan cara menghitung bunga dapat memengaruhi nilai total pinjaman Anda.

Tiap kredit sebenarnya memiliki tipe bunganya sendiri, atau antara yang satu dengan yang lain tidaklah serupa. Jadi, ada baiknya Anda mengetahui cara hitung dan jenis bunga terlebih dahulu agar Anda bisa mengecek benar atau tidaknya penghitungan bunga yang dibebankan kepada kredit Anda.

Dengan mengetahui mengenai cara hitung dari setiap jenis bunga, Anda dapat mulai menganalisis seberapa banyak angsuran atau cicilan yang mesti Anda bayarkan serta seberapa lama pinjaman tersebut dapat terlunasi. Dengan demikian, Anda dapat mengatur keuangan Anda secara lebih baik.

  1. Suku Bunga FLAT

Cara penghitungan bunga flat bisa dianggap paling mudah dibandingkan dua jenis tipe bunga lainnya. Anda dapat menemukan contoh dari penggunaan cara hitung bunga ini umumnya pada kredit kepemilikan kendaraan bermotor atau kredit tanpa agunan.

Dalam brosur-brosur iklan kredit kendaraan bermotor, Anda akan menemukan kolom-kolom yang menampilkan angsuran yang mesti dibayar tiap bulannya. Angka dalam kolom-kolom tersebut berlaku sampai akhir pinjaman Anda berakhir atau lunas.

Jika Anda menemukan jumlah angsuran yang tetap seperti itu, bisa dipastikan cara penghitungan jenis bunga yang dipakai adalah flat atau rata. Di tipe ini, nilai plafon pinjaman beserta bunganya akan dihitung secara proporsional sesuai dengan jangka waktu atau tenor pinjaman.

Untuk memudahkan Anda membayangkan penerapan cara hitung bunga flat tersebut, berikut adalah contoh kasus yang bisa Anda pelajari.

Indra mengajukan pinjaman sebesar Rp120 juta dengan jangka waktu kredit 12 bulan, dan dikenakan bunga pinjaman sebesar 10% per tahun secara flat. Berapakah angsuran per bulan yang harus dibayar?

Data:
Pokok pinjaman : Rp 120.000.000
Bunga pertahun :  10%
Tenor pinjaman: 12 bulan

Cicilan pokok :
Rp120.000.000 : 12 bulan = Rp10.000.000/bulan

Bunga:
(Rp 120.000.000 x 10%) : 12 bulan = Rp1.000.000

Angsuran per bulan:
(Rp 10.000.000 + Rp 1.000.000 = Rp11.000.000

Jadi, dari pinjaman tersebut setelah dihitung dengan cara hitung bunga flat, angsuran yang harus Anda bayarkan hingga pinjaman tersebut lunas adalah Rp11.000.000 tiap bulan. Nilai angsuran ini tidak akan berubah-ubah sebab bunga yang dikenakan adalah jenis bunga flat.

  1. Suku Bunga Efektif

Nama lain dari jenis bunga yang satu ini adalah sliding rate. Jenis bunga ini biasa diterapkan pada kredit dengan jangka waktu atau tenor yang panjang.

Alasan bunga efektif lebih ditujukan kepada kredit jangka panjang karena tenor yang lama membuat pinjaman tidak terburu-buru harus terlunasi, sementara suku bunganya tidak terlalu besar. Ya, suku bunga efektif biasa lebih rendah dibandingkan bunga flat. Inilah yang membuatnya cocok untuk digunakan dalam kredit jangka panjang.

Bunga yang lebih kecil itu didapatkan dari cara hitung bunga efektif yang melihat sisa pinjaman pokok dari debitur. Jika bunga flat melakukan penghitungan dengan mematok nilai pokok pinjaman dari awal pinjaman, berbeda dengan penerapan bunga efektif.

Yang dihitung saat kreditur menggunakan jenis bunga ini adalah jumlah utang yang belum terbayarkan tiap bulannya. Jadi kian lama, nilai bunga pinjaman Anda akan semakin rendah sebab sisa pinjaman Anda semakin berkurang.

Dari nilai bunganya yang semakin kecil itu, angsuran yang mesti Anda pertanggungjawabkan tiap bulannya juga semakin sedikit. Berikut adalah rumus untuk menghitung besaran bunga efektif dari sebuah pinjaman.

Jika pada bunga flat, kreditur hanya menghitung pada awal pinjaman untuk menentukan angsuran, pada pinjaman dengan bunga efektif penghitungan akan dilakukan setiap bulan. Ini karena sisa pinjaman tentu akan semakin berkurang tiap bulannya sehingga perlu untuk melakukan penghitungan ulang.

Agar lebih memahami cara hitung bunga efektif, berikut adalah contoh kasus yang menerapkan pemakaian jenis bunga yang satu ini.

Dani mengajukan kredit sebesar Rp120 juta dengan jangka waktu kredit 12 bulan, dan dikenakan bunga pinjaman sebesar 10% per tahun secara efektif. Berapakah angsuran per bulan yang harus dibayar?

Data:
Pokok pinjaman : Rp 120.000.000
Bunga pertahun : 10%
Tenor pinjaman : 12 bulan

Cicilan pokok : Rp 120.000.000 : 12 bulan = Rp10.000.000/bulan

Bunga bulan 1 :
((Rp 120.000.000 – ((1 – 1) x Rp10.000.000)) x 10% : 12 = Rp 1.000.000
Maka, cicilan bulan 1 = Rp 10.000.000 + Rp 1.000.000 = Rp 11.000.000

Bunga bulan 2 :
((Rp 120.000.000 – ((2 – 1) x Rp10.000.000)) x 10% : 12 = Rp 916.667
Maka, cicilan bulan 2 = Rp 10.000.000 + Rp 916.667 = Rp 10.916.667

Bunga bulan 3 :
((Rp 120.000.000 – ((3 – 1) x Rp10.000.000)) x 10% : 12 = Rp 833.333
Maka, cicilan bulan 3 = Rp 10.000.000 + Rp 833.333 = Rp 10.833.333

Dan seterusnya, hingga…

Bunga bulan 12 :
((Rp 120.000.000 – ((12 – 1) x Rp 10.000.000)) x 10% : 12 = Rp 83.333
Maka, cicilan bulan 12 = Rp 10.000.000 + Rp 83.333 = Rp 10.083.333

Terlihat ada pengurangan nilai total angsuran dari bulan pertama, bulan kedua, dan seterusnya. Ini karena penerapan bunga efektif yang membuat bunga semakin kecil bergantung sisa pokok pinjaman. Untuk bulan-bulan berikut dengan contoh kasus di atas, hasil penghitungan bunga akan semakin kecil dan total angsuran akan semakin rendah.

Berita Lainnya



Tinggalkan Komentar